BeritaPeristiwa

Oknum Polisi di Jeneponto Diduga Cekik Karyawan Indomaret Gegara Renovasi Ganggu Istirahat

2
×

Oknum Polisi di Jeneponto Diduga Cekik Karyawan Indomaret Gegara Renovasi Ganggu Istirahat

Sebarkan artikel ini
Screenshot 2026 09 19 202828 20kb
Tangkapan layar video yang beredar di Instagram memperlihatkan dugaan keributan antara oknum polisi dan karyawan Indomaret di Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan

JENEPONTO, MEDIASULSEL.ID — Seorang pria yang disebut sebagai anggota Polres Jeneponto, Sulawesi Selatan, diduga melakukan kekerasan terhadap karyawan Indomaret di Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto. Pria tersebut diduga mencekik leher karyawan karena merasa terganggu dengan aktivitas perbaikan dan renovasi toko.

Peristiwa itu disebut terjadi pada 9 September 2026, saat sejumlah pekerja tengah melakukan perbaikan pendingin ruangan (AC) dan renovasi di salah satu gerai Indomaret di wilayah Bangkala.

Salah seorang karyawan Indomaret, Dedi, mengungkapkan bahwa pria yang disebut bernama Imran itu tiba-tiba datang dalam kondisi marah. Dedi menyebut Imran merupakan anggota Polres Jeneponto, tetapi mengaku tidak mengetahui pangkatnya.

“Saat itu ada anggota polisi bernama Imran. Saya kurang tahu pangkatnya. Dia bertugas di Polres Jeneponto. Dia datang dan marah-marah, kemudian meminta pekerjaan dihentikan,” kata Dedi.

Menurut Dedi, pria tersebut meminta seluruh aktivitas perbaikan AC dan renovasi dihentikan karena dianggap mengganggu waktu istirahatnya.

Namun, situasi semakin memanas ketika Dedi mendatangi lokasi untuk memantau pekerjaan yang sedang berlangsung.

Dedi mengaku tiba-tiba mendapat perlakuan kasar dari pria tersebut hingga lehernya dicekik.

“Pas saya ke sana, langsung dicekik leher saya. Setelah itu dia meminta semua pekerja berhenti karena katanya mengganggu istirahat,” ungkapnya.

Dedi Sebut Perselisihan Bukan Kali Pertama Terjadi

Dedi menjelaskan bahwa bangunan yang digunakan sebagai gerai Indomaret tersebut merupakan bangunan sewaan.

Menurutnya, aktivitas perbaikan AC dan renovasi dilakukan untuk menunjang operasional toko.

Ia menyebut pria yang diduga melakukan kekerasan tersebut mengaku sebagai pemilik bangunan yang disewa pihak Indomaret.

“Katanya dia punya bangunan dan Indomaret menyewa. Tapi aktivitas perbaikan dan renovasi dilakukan karena memang untuk kebutuhan toko,” ujarnya.

Dedi mengungkapkan bahwa perselisihan antara pria tersebut dan pihak toko bukan kali pertama terjadi.

Ia mengaku sebelumnya beberapa kali terjadi teguran dan kemarahan yang ditujukan kepada pekerja Indomaret.

Salah satu persoalan yang pernah terjadi, menurut Dedi, bermula ketika pihak toko menegur pria tersebut karena merokok di dalam area toko.

Meski demikian, belum diketahui apakah perselisihan sebelumnya memiliki kaitan langsung dengan dugaan kekerasan yang dialami Dedi.

Dugaan Kekerasan Oknum Polisi Perlu Diklarifikasi

Pengakuan Dedi mengenai dugaan pencekikan tersebut masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut dari pria bernama Imran yang disebut sebagai anggota Polres Jeneponto.

Belum diketahui pula apakah Dedi telah melaporkan dugaan kekerasan tersebut kepada pihak kepolisian atau menjalani pemeriksaan medis setelah kejadian.

Hingga berita ini disusun, Mediasulsel.id belum memperoleh keterangan dari pihak Imran maupun Polres Jeneponto mengenai kronologi kejadian, status keanggotaan pria yang disebut Dedi, dan dugaan tindakan kekerasan tersebut.

Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab kepada seluruh pihak terkait agar peristiwa ini dapat dijelaskan secara utuh dan berimbang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *