Mediasulsel.id, Makassar — Proyek preservasi jalan Paket 1 Sulawesi Selatan di ruas Jalan Aroepala kini memasuki tahap pengerjaan betonisasi dan pengaspalan. Kontraktor pelaksana mengimbau masyarakat menggunakan jalur alternatif guna mengurangi kemacetan selama pekerjaan berlangsung.
Hal itu disampaikan Christian Pelaksana selaku kontraktor Proyek Penanganan Preservasi Paket 1 Sulawesi Selatan saat ditemui wartawan di lokasi pekerjaan. Senin (25/5/2026).
Christian menjelaskan, penanganan di ruas Jalan Aroepala dilakukan sepanjang kurang lebih 1,8 kilometer dengan dua metode pengerjaan badan jalan, yakni aspal dan beton.
“Untuk ruas Aroepala yang sekarang lagi diliput, kami mengerjakan kurang lebih 1,8 kilometer, di mana dalam ruas ini ada dua penanganan untuk badan jalan yaitu aspal dan juga beton,” ujarnya.
Selain pengerjaan badan jalan, pihaknya juga membangun saluran drainase menggunakan dua tipe konstruksi.
“Untuk saluran juga kami ada dua tipe saluran yang dibuat yaitu pasangan batu kemudian juga u-ditch,” katanya.
Ia menerangkan, tahap pertama pengerjaan badan jalan yang telah selesai AC-BC berada dari kilometer nol hingga STA 800 atau sebelum jembatan pertama.
“Untuk badan jalan yang sudah selesai AC-BC itu dari kilometer nol sampai STA 800 atau sebelum jembatan pertama,” jelasnya.
Sementara itu, untuk ruas dari jembatan pertama hingga jembatan kedua akan dilakukan pengerjaan betonisasi. Saat ini pekerjaan masih berada pada tahap lean concrete (LC).
“Selanjutnya dari jembatan pertama ke jembatan kedua badan jalannya akan dibeton. Untuk tahap ini baru di LC jadi belum pengecoran rigidnya,” ungkap Christian.
Ia mengakui proses pengerjaan beton berpotensi menimbulkan gangguan lalu lintas dan meminta maaf kepada masyarakat atas kondisi tersebut.
“Kami sebelumnya juga mau meminta maaf kepada masyarakat karena pengerjaannya beton jadi mungkin akan ada sedikit gangguan lalu lintas,” ucapnya.
Christian pun mengimbau masyarakat agar menggunakan jalur alternatif apabila tidak memiliki kepentingan mendesak melewati ruas tersebut.
“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mengambil jalur alternatif lain jika memang tidak harus melewati jalur ini agar tidak terjadi kemacetan yang terlalu parah,” katanya.
Menurutnya, pengurangan volume kendaraan di lokasi proyek akan membantu percepatan pengerjaan di lapangan.
“Dengan begitu kami juga bisa lebih cepat lagi untuk melakukan eksekusi pekerjaan di lapangan,” tambahnya.
Terkait cakupan proyek, Christian menyebut preservasi Paket 1 Sulawesi Selatan mencakup ruas Hertasning hingga batas Sinjai. Namun, tim yang dipimpinnya fokus menangani ruas Aroepala hingga Sungguminasa–Malino.
“Kalau untuk paket satu ini penanganannya dari Hertasning sampai ke batas Sinjai. Tapi kami sebagai tim satu menangani dari Aroepala sampai ke ruas Sungguminasa–Malino,” terangnya.
Ia menargetkan pekerjaan utama berupa badan jalan dan saluran dapat dirampungkan tahun ini.
“Rencananya tahun ini kami sudah boleh rampungkan badan jalannya dan juga pekerjaan saluran. Kalau misalkan ada yang tersisa mungkin pekerjaan-pekerjaan minor seperti bahu jalan atau marka,” jelasnya.
Di lokasi yang sama, salah seorang pengendara mengaku kemacetan hampir terjadi setiap hari selama proyek berlangsung, terutama pada pagi dan sore hari. Meski demikian, ia menilai proyek tersebut akan berdampak baik bagi masyarakat ke depan.
“Selama ada pekerjaan proyek ini ya sedikit macet lah, hampir tiap hari apalagi jam-jam pagi sama sore itu kita dapat macetnya. Tapi kita juga perlu pahami karena ini pekerjaannya untuk kebaikan kita juga,” katanya.
Ia pun berharap pengerjaan dapat segera rampung agar masyarakat dapat menikmati kondisi jalan yang lebih baik.
“Dulu di Pettarani juga hampir dua tahun kita dapat macet, tapi sekarang kita bisa nikmati. Begitupun dengan Hertasning dan Aroepala ini, semoga cepat selesai dan kita juga enak berkendara,” pungkasnya.










