mediasulsel.id – Makassar – Suasana berbeda terlihat di UPT SPF SDN Baraya 1 Makassar, Selasa (14/4/2026). Selain semangat belajar siswa, sekolah ini juga mendapat kunjungan dari Field Coordinator Provisi Mandiri Pratama, Andi Diah Masita Arsyad.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau pelaksanaan program Perpustakaan Ramah Anak yang kini memasuki gelombang ketiga secara nasional. Dalam kegiatan itu, Andi Diah didampingi Kepala Sekolah SDN Baraya 1, Andi Nurhayati, bersama para guru meninjau langsung kondisi perpustakaan sekolah.
“Program ini berjalan secara nasional dan tidak semua sekolah mendapatkannya. Hanya sekolah terpilih yang memiliki ruang perpustakaan dan sebelumnya telah menerima bantuan 600 buku dari Kemendikdasmen,” ujar Andi Diah.
Ia menjelaskan, program ini bertujuan mengubah wajah perpustakaan sekolah agar lebih nyaman dan menarik bagi siswa. Menurutnya, sebelumnya banyak perpustakaan sekolah yang kurang dimanfaatkan karena kondisinya tidak mendukung.
“Sekarang perpustakaan didesain lebih ramah anak. Buku-buku juga ditata dengan menarik agar siswa tertarik membaca,” katanya.
Dari sekitar 400 sekolah dasar di Makassar, baru 67 sekolah yang terpilih mengikuti program ini. Harapannya, siswa menjadi lebih gemar membaca, baik di sekolah maupun di rumah melalui sistem peminjaman buku.
Andi Diah juga menyoroti tantangan literasi di era digital. Ia menilai minat baca anak bukan menurun, melainkan kurang difasilitasi dengan metode yang menarik.
“Bukan anak tidak suka membaca, tapi perlu pendekatan yang tepat. Dengan tampilan buku yang menarik, anak-anak jadi lebih tertarik,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala UPT SPF SDN Baraya 1 Makassar, Andi Nurhayati, mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya.
“Program ini sangat membantu. Perpustakaan kami berubah total dan sekarang anak-anak sangat antusias membaca saat jam istirahat,” ujarnya.
Diketahui, Provisi Mandiri Pratama merupakan gerakan yang telah berjalan sejak 2002 dan berkomitmen dalam peningkatan literasi dasar dan menengah di Indonesia. Program Perpustakaan Ramah Anak diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam meningkatkan minat baca siswa.













