Berita

Pertamina Klaim Stok BBM Aman, Warga Makassar Antre hingga 2 Jam

0
×

Pertamina Klaim Stok BBM Aman, Warga Makassar Antre hingga 2 Jam

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2026 09 10 at 09.31.22 20kb 1
Antrean panjang kendaraan di SPBU Jalan Gunung Bawakaraeng, Kota Makassar. Warga mengaku harus menunggu hingga dua jam untuk mendapatkan BBM. Foto: Istimewa.

mediasulsel.id – Makassar – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengklaim persediaan bahan bakar minyak di Sulawesi Selatan masih aman dan mencukupi. Namun, klaim tersebut berbanding terbalik dengan kondisi yang dirasakan warga di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum di Kota Makassar.

Antrean kendaraan masih terlihat mengular di sejumlah titik. Warga bahkan mengaku harus menunggu hingga berjam-jam hanya untuk mendapatkan bahan bakar. Antrean tersebut turut memicu kemacetan di sekitar stasiun pengisian bahan bakar.

Salah seorang warga, Dina, mengaku menghabiskan waktu sekitar dua jam untuk mengantre. Waktu yang seharusnya digunakan untuk beristirahat justru habis di stasiun pengisian bahan bakar.

“Saya antre sampai dua jam. Pulang kantor seharusnya saya istirahat, tetapi sekarang malah istirahatnya di Pertamina karena menunggu antrean,” kata Dina.

Keluhan serupa disampaikan Rajauddin, warga Bontoala, Makassar Utara. Ia mengaku mengantre sekitar dua jam di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Jalan Gunung Bawakaraeng untuk mendapatkan Pertamax.

“Saya antre di SPBU Bawakaraeng selama dua jam untuk mendapatkan Pertamax. Jalan juga macet akibat antrean kendaraan. Waktu kerja saya akhirnya habis di jalan dan di Pertamina,” keluh Rajauddin.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan terhadap efektivitas distribusi dan pelayanan Pertamina. Pasalnya, antrean tidak hanya terjadi pada bahan bakar bersubsidi, tetapi juga dikeluhkan pembeli Pertamax yang merupakan bahan bakar nonsubsidi.

Area Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, sebelumnya mengatakan stok bahan bakar bersubsidi di Sulawesi Selatan masih aman.

“Stok BBM subsidi di Sulawesi Selatan saat ini masih aman dan mencukupi,” kata Lilik dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).

Pertamina mengklaim antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar mulai melandai setelah dilakukan penguatan distribusi dan pengaturan pelayanan. Akan tetapi, pernyataan itu belum sepenuhnya sesuai dengan keluhan warga yang masih harus mengantre hingga dua jam.

Pertamina menyebut peningkatan konsumsi sebagai salah satu penyebab kepadatan antrean. Rata-rata penyaluran harian Biosolar pada Agustus 2026 disebut meningkat 14,6 persen dibandingkan Mei 2026.

Peningkatan konsumsi dipengaruhi aktivitas logistik dan transportasi, serta perbedaan harga antara bahan bakar bersubsidi dan nonsubsidi. Pertamina juga mengaku telah meningkatkan penyaluran Biosolar sebesar 14,6 persen dan Pertalite sebesar 7,6 persen di Sulawesi Selatan.

Distribusi disebut telah dipercepat melalui penyesuaian jam operasional depot dan optimalisasi mobil tangki dengan skema spot charter. Namun, Pertamina tidak membeberkan secara terperinci jumlah kuota, kebutuhan harian, maupun volume tambahan bahan bakar yang disalurkan.

Di tengah klaim stok aman tersebut, warga berharap Pertamina tidak sekadar menyampaikan angka persentase. Mereka meminta distribusi benar-benar dibenahi agar masyarakat tidak terus kehilangan waktu berjam-jam di jalan dan di stasiun pengisian bahan bakar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *