Petir Sambar 5 Pendaki di Gunung Monrolo: Satu Tewas, Empat Selamat

oleh -3 Dilihat
oleh
Petir Sambar 5 Pendaki di Gunung Monrolo: Satu Tewas, Empat Selamat
Petir Sambar 5 Pendaki di Gunung Monrolo: Satu Tewas, Empat Selamat

mediasulsel.id – Basarnas Makassar melakukan evakuasi terhadap lima pendaki yang tersambar petir di puncak Gunung Monrolo, Maros, pada akhir pekan lalu. Satu orang bernama Fauzan (25) meninggal dunia, sementara empat lainnya selamat. “Terdapat 5 orang pendaki yang terkena sambaran petir, 4 dinyatakan selamat, 1 meninggal atas nama Fauzan,” kata Kepala Kantor Basarnas Makassar M Arif Anwar, Senin, Mei 25, 2026.

Mediasulsel.id, Maros, Senin, Mei 25, 2026 — Lima pendaki tersambar petir saat berada di puncak Gunung Monrolo, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Peristiwa itu menewaskan satu orang dan melukai empat lainnya.

Kronologi Sambaran Petir di Puncak Monrolo

Peristiwa terjadi ketika rombongan pendaki tengah berada di puncak Gunung Monrolo, tepatnya di Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu, Maros. Cuaca yang semula cerah tiba-tiba berubah menjadi hujan deras. Saat para pendaki bersiap mengambil dokumentasi, petir menyambar rombongan tersebut.

Sambaran petir menyebabkan Fauzan, warga Desa Bonto Tallasa, Kecamatan Simbang, Maros, meninggal dunia di tempat. Empat pendaki lainnya berhasil selamat meskipun mengalami guncangan keras. “Fauzan meninggal akibat sambaran petir langsung di puncak gunung,” ujar Arif Anwar.

Basarnas Makassar menerima laporan musibah itu pada hari yang sama. Tim SAR gabungan segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi.

Proses Evakuasi dan Tantangan Medan

Sebanyak 22 personel dikerahkan dalam misi evakuasi, terdiri dari Basarnas, Damkar Maros, BPBD Maros, SAR Unhas, Saukang Explore, TRC Teman Berlibur Indonesia, PMI Maros, Potensi SAR, serta warga setempat. Tim mulai mendaki pada malam hari untuk menjangkau korban.

banner DPRD Makassar 728x90

Medan Gunung Monrolo yang memiliki ketinggian sekitar 1.109 meter di atas permukaan laut menjadi tantangan utama. Kontur batuan yang terjal dan curam memaksa tim menggunakan tali di beberapa titik. “Gunungnya terjal dan berbatu. Ada beberapa titik yang mengharuskan tim menggunakan tali karena medan yang sangat curam. Kendala teknis ini membuat tim membutuhkan waktu ekstra dalam proses evakuasi,” jelas Arif Anwar.

Tim gabungan berhasil mencapai puncak dan mengevakuasi jenazah Fauzan. Untuk mempercepat penurunan, tim tambahan sebanyak 20 personel dikerahkan keesokan harinya. Proses evakuasi dari puncak hingga kaki gunung memakan waktu sekitar 3 jam 30 menit.

Jenazah Fauzan kemudian dibawa ke Puskesmas Tompobulu menggunakan ambulans. Empat pendaki lainnya telah mendapatkan perawatan dan dalam kondisi stabil. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pendaki untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem di pegunungan./IPUL

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.