Program LACAK Gowa Diisukan Tak Efektif, Dinsos Tegaskan Justru Jadi Tulang Punggung Pendataan Kemiskinan Ekstrem

oleh -3 Dilihat
oleh
Screenshot2026 01 2315302
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gowa, H. Firdaus,

mediasulsel.id – GOWA — Program Tim Layanan Cepat Aksi Kemiskinan (LACAK) Kabupaten Gowa sempat menjadi sorotan publik setelah diisukan tidak efektif dan disebut menelan anggaran hingga ratusan juta rupiah. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gowa, H. Firdaus, menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak berdasar dan justru menutup peran strategis LACAK dalam penanganan kemiskinan ekstrem.

H. Firdaus menjelaskan, keberadaan Tim LACAK sangat membantu Dinas Sosial, terutama dalam proses pendataan warga miskin ekstrem yang selama ini belum tersentuh berbagai program bantuan pemerintah.

banner DPRD Makassar 728x90

“Pekerjaan Tim LACAK sangat membantu kami dalam hal pendataan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Gowa. Masih ada masyarakat yang tidak pernah mendapatkan bantuan PKH, bantuan sembako, bahkan belum memiliki KIS atau jaminan kesehatan. Di situlah LACAK hadir membantu pemerintah desa,” ujar H. Firdaus, Kamis (23/1/2026).

Ia menyampaikan, seluruh proses pemutakhiran data dilakukan melalui koordinasi intensif antara Dinas Sosial dan Tim LACAK agar data yang dihimpun benar-benar akurat dan dapat segera ditindaklanjuti.

“Data dari LACAK itu sangat detail. Misalnya ada warga yang tidak menerima bantuan, tidak sakit namun tidak memiliki KIS. Data tersebut dikirim ke Dinas Sosial, lalu kami koordinasikan dengan Baznas Kabupaten Gowa untuk diberikan bantuan,” jelasnya.

Lebih lanjut, H. Firdaus mengungkapkan bahwa selama ini berbagai program intervensi sosial, seperti bedah rumah, bantuan lansia, dan bantuan sosial lainnya, tidak lepas dari rekomendasi Tim LACAK di lapangan.

“Semua data dari LACAK kami verifikasi terlebih dahulu. Setelah itu baru kami tindak lanjuti bersama Baznas. Banyak bantuan bedah rumah dan bantuan sosial yang diberikan itu berasal dari rekomendasi LACAK,” ungkapnya.

Ia juga mengakui keterbatasan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Dinas Sosial menjadi salah satu alasan lahirnya inovasi LACAK. Saat ini, program tersebut telah diperluas hingga tingkat desa dan kelurahan melalui pembentukan Sahabat LACAK.

“Jumlah penduduk Kabupaten Gowa sekitar 836 ribu jiwa. Tidak mungkin kami menghafal semuanya. Dengan adanya Sahabat LACAK di tingkat desa dan kelurahan, kerja pemerintah sangat terbantu. Ini bentuk kolaborasi aktif,” kata H. Firdaus.

Menurutnya, banyak kondisi rumah tidak layak huni yang akhirnya mendapat bantuan juga merupakan hasil rekomendasi Tim LACAK, meskipun tidak semuanya terekspos ke publik.

Tak hanya itu, H. Firdaus menambahkan bahwa Program LACAK kerap dipaparkan dalam berbagai forum resmi, baik di tingkat provinsi maupun nasional, sebagai salah satu inovasi daerah dalam penanganan kemiskinan ekstrem.

“Setiap rapat, baik di tingkat provinsi maupun nasional, kami selalu menyampaikan dan mempresentasikan Program LACAK. Ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk memastikan penanganan kemiskinan ekstrem berjalan tepat sasaran,” tegasnya.

Dengan berbagai capaian tersebut, Dinas Sosial Kabupaten Gowa menilai isu ketidakefektifan Tim LACAK tidak mencerminkan fakta di lapangan. Sebaliknya, LACAK justru dinilai menjadi salah satu instrumen utama pemerintah daerah dalam memastikan hak-hak masyarakat miskin ekstrem dapat terpenuhi secara adil dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.