mediasulsel.id – Satpol PP Sulsel mengimbau masyarakat waspada terhadap penipuan rekrutmen anggota berbayar pada Kamis, Mei 21, 2026, di Makassar. Tidak ada rekrutmen tenaga non-ASN yang dibuka. “Secara kelembagaan tidak bisa dikaitkan dengan Satpol PP,” kata Kepala Satpol PP Sulsel Andi Arwin Azis.
Mediasulsel.id, Makassar, Kamis, Mei 21, 2026 — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sulawesi Selatan menegaskan tidak membuka proses rekrutmen anggota baru di lingkungan instansi pemerintah provinsi. Pernyataan ini merupakan respons terhadap maraknya informasi mengenai praktik pembayaran ilegal dengan iming-iming menjadi anggota Satpol PP Sulsel.
Kepala Satpol PP Bantah Adanya Rekrutmen Non-ASN
“Yang pasti secara kelembagaan tidak bisa dikaitkan dengan Satpol PP karena tidak ada rekrutmen tenaga non-ASN sejak semua sudah terdata dalam database untuk diangkat PPPK,” ujar Andi Arwin Azis, Kamis, Mei 21, 2026. Proses rekrutmen ASN memiliki mekanisme resmi yang otoritasnya berada di Badan Kepegawaian Daerah (BKD), bukan melalui Satpol PP. Sesuai edaran Kementerian PAN-RB, pemerintah saat ini sudah tidak lagi melakukan perekrutan tenaga honorer dalam bentuk apa pun.
“Padahal rekrutmen ASN ada mekanismenya dan bukan di Satpol PP prosesnya, tetapi di BKD. Segala bentuk perekrutan bukan melalui Satpol PP, melainkan melalui BKD sebagai instansi yang berwenang dalam proses rekrutmen,” katanya. Selain itu, instansi menekankan isu yang kembali mencuat merupakan kejadian lama pada tahun 2022 yang dilakukan oleh oknum untuk kepentingan pribadi. Pihak Satpol PP Sulsel memastikan oknum yang terlibat dalam praktik penipuan tersebut sudah tidak lagi berada di lingkungan kerja Satpol PP.
Imbauan Verifikasi dan Jalur Hukum
Warga yang merasa menjadi korban penipuan diminta segera menempuh jalur hukum agar persoalan dapat diproses secara tuntas oleh kepolisian. Satpol PP Sulsel menyatakan siap mendukung aparat penegak hukum dalam melakukan penyelidikan terhadap oknum yang mencatut nama institusi. “Kita turut prihatin dengan kejadian ini dan kita harapkan korban segera melapor ke polisi agar oknum bisa ditindak sesuai dengan kesalahannya,” tutur Andi Arwin Azis.
Terpisah, Kepala Bidang Bina Masyarakat Satpol PP Sulsel A Rizki Melta S mengingatkan masyarakat agar selalu melakukan verifikasi terhadap informasi kepegawaian melalui kanal resmi pemerintah. Pengawasan internal terus diperkuat guna memastikan tidak ada jajaran yang terlibat dalam praktik yang merugikan publik. “Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terperdaya dengan iming-iming oknum yang menjanjikan penerimaan atau kelulusan,” pesannya. Kesimpulannya, Satpol PP Sulsel menegaskan tidak ada rekrutmen berbayar dan mengajak masyarakat waspada serta melapor jika menemukan praktik serupa.





