mediasulsel.id, Makassar, Sabtu, 12/09/2026 — UPTD SPF SD Negeri Beroanging Makassar memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada Sabtu, 12 September 2026, dengan mengangkat tema “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW dalam Menghindari Perbuatan Syirik”.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah menanamkan keteladanan Rasulullah SAW sekaligus memperkuat pemahaman keislaman kepada peserta didik di lingkungan sekolah.
Maulid Nabi di SD Negeri Beroanging angkat pesan keteladanan
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di UPTD SPF SD Negeri Beroanging dilaksanakan bertepatan dengan 30 Rabiul Awwal 1448 Hijriah.
Kepala UPTD SPF SD Negeri Beroanging, Anwar, S.Pd., dijadwalkan hadir bersama warga sekolah dalam rangkaian kegiatan keagamaan tersebut.
Panitia juga menghadirkan Ustaz Andi Aminullah, S.Ag., M.Pd.I., sebagai penceramah, sementara Rizal Hadi bertugas sebagai pembawa acara.
Berdasarkan informasi resmi yang dibagikan pihak sekolah melalui media sosial, tema kegiatan diarahkan pada penguatan akhlak Rasulullah SAW dan pemahaman tauhid sejak usia sekolah dasar.
Pesan utama kegiatan menekankan pentingnya meneladani sikap Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari serta menjauhi perbuatan yang bertentangan dengan nilai ketauhidan.
Penguatan pendidikan karakter keagamaan di lingkungan sekolah
Peringatan Maulid Nabi di sekolah tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran karakter bagi siswa melalui pesan agama yang disampaikan secara sederhana dan dekat dengan kehidupan mereka.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap nilai kejujuran, kesantunan, tanggung jawab, serta ketaatan kepada Allah SWT dapat semakin tertanam dalam kebiasaan peserta didik.
Kehadiran penceramah dalam kegiatan Maulid juga memberi kesempatan kepada siswa untuk memahami hubungan antara keteladanan Rasulullah SAW, penguatan akidah, dan perilaku sehari-hari di sekolah maupun di rumah.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di UPTD SPF SD Negeri Beroanging diharapkan menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter religius sekaligus mempererat kebersamaan antara guru, siswa, dan seluruh warga sekolah.
















