Surat Tugas Misterius Porsenijar Sulsel Disorot, Pengprov PBSI: Kami Tidak Pernah Menerbitkannya

oleh -4 Dilihat
IMG 20260704 170415
Oplus_16908288

SIDRAP – Polemik penunjukan perangkat pertandingan cabang olahraga bulu tangkis pada Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan 2026 memanas. Pengurus Kabupaten (Pengkab) PBSI Sidenreng Rappang (Sidrap) secara resmi melayangkan surat protes kepada Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Sulsel setelah wasit dan referee bersertifikat asal Sidrap tidak dilibatkan sejak awal penetapan perangkat pertandingan, meski Sidrap menjadi tuan rumah penyelenggara.

Ironisnya, di tengah keberatan tersebut, Pengprov PBSI Sulsel justru mengaku tidak pernah menerbitkan surat tugas maupun menerima permintaan resmi dari panitia penyelenggara terkait penugasan perangkat pertandingan. Pengakuan ini memunculkan tanda tanya baru mengenai siapa pihak yang sebenarnya menentukan dan menunjuk perangkat pertandingan pada ajang tersebut.

Surat keberatan Pengkab PBSI Sidrap bernomor 12/PBSI-SDR/VII/2026 tertanggal 6 Juli 2026 itu meminta klarifikasi atas mekanisme penunjukan wasit dan referee yang dinilai tidak transparan serta mengabaikan sumber daya manusia lokal yang telah memiliki sertifikasi resmi PBSI.

Dalam surat tersebut dijelaskan, Sidrap sebagai tuan rumah memiliki sejumlah wasit dan referee bersertifikat nasional yang dinilai layak bertugas pada kejuaraan tingkat provinsi. Namun, pada susunan awal perangkat pertandingan tidak satu pun wasit asal Sidrap masuk dalam daftar penugasan.

Salah seorang wasit bersertifikat, Andi Hasbir, baru dilibatkan setelah salah satu wasit dari daerah lain berhalangan hadir. Sementara referee bersertifikat asal Sidrap yang telah dipersiapkan juga tidak mendapat kesempatan bertugas.

Pengkab PBSI Sidrap mengaku memperoleh penjelasan dari Bidang Perwasitan Pengprov PBSI Sulsel bahwa kesempatan diberikan kepada wasit lain yang belum pernah menjadi referee. Namun alasan tersebut dipertanyakan karena menurut mereka masih terdapat perangkat pertandingan yang sebelumnya pernah bertugas sebagai referee pada kejuaraan lain tetapi kembali dipercaya pada Porsenijar PGRI Sulsel 2026.

Tak hanya itu, Pengkab juga menyoroti adanya sejumlah daerah yang memperoleh lebih dari satu perwakilan dalam susunan perangkat pertandingan, sedangkan Sidrap sebagai tuan rumah justru tidak mendapat representasi sejak awal.

banner DPRD Makassar 728x90

Melalui surat tersebut, Pengkab PBSI Sidrap meminta Pengprov PBSI Sulsel membuka secara transparan mekanisme penunjukan perangkat pertandingan dan memastikan proses penugasan ke depan dilakukan secara profesional, objektif, adil, serta memberikan kesempatan yang proporsional kepada seluruh wasit bersertifikat di Sulawesi Selatan.

Menanggapi surat tersebut, Sekretaris Umum Pengprov PBSI Sulsel, Jamaluddin, mengaku pihaknya justru tidak mengetahui adanya proses penugasan perangkat pertandingan cabang bulu tangkis pada Porsenijar PGRI Sulsel 2026.

“Terus terang dari Pengprov tidak pernah sama sekali menerima surat permintaan dari pihak pelaksana kegiatan, sehingga kami tidak mengetahui perihal tersebut,” ujar Jamaluddin.

Ia menegaskan, selama ini kebijakan Ketua Umum Pengprov PBSI Sulsel selalu mengedepankan penggunaan sumber daya manusia lokal dalam setiap penyelenggaraan kejuaraan.

“Sesuai kebijakan Pak Ketua Umum Pengprov PBSI Sulsel diutamakan menggunakan SDM lokal. Mohon maaf jika terjadi dinamika di sana karena sama sekali di luar sepengetahuan kami,” katanya.

Jamaluddin juga menegaskan hingga kini Pengprov PBSI Sulsel tidak pernah mengeluarkan surat tugas resmi maupun menerima laporan adanya personel yang bertugas di Sidrap atas nama Pengprov.

“Tidak ada laporan sama sekali untuk anggota yang bertugas ke Sidrap, sehingga tidak ada surat tugas atau penugasan resmi dari Pengprov,” tegasnya.

Ia menyebut surat keberatan yang dikirim Pengkab PBSI Sidrap akan menjadi bahan evaluasi agar mekanisme penugasan perangkat pertandingan ke depan berjalan lebih transparan.

“Terima kasih atas masukannya. Ini tentunya menjadi bahan evaluasi Pengprov. Terus terang kami tidak mengetahui sama sekali. Jadi kalau ada anggota yang mengatasnamakan Pengprov, itu kami tidak benarkan,” ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, surat penugasan perangkat pertandingan kepada panitia Porsenijar PGRI Sulsel disebut diterbitkan oleh Kabid Perwasitan Pengprov PBSI Sulsel, Muhammad Hatta. Namun hingga berita ini diterbitkan, Muhammad Hatta belum memberikan tanggapan maupun penjelasan terkait mekanisme penunjukan wasit dan referee tersebut.

Redaksi masih terus berupaya memperoleh konfirmasi dari Muhammad Hatta guna menghadirkan pemberitaan yang utuh, berimbang, dan sesuai prinsip jurnalistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *