,

Tender Preservasi Jalan Paket 6 Sulsel Tayang di LPSE, Pagu Rp 278,63 M untuk 157,49 Km

oleh -25 Dilihat
oleh
SalinandariBiruKuningModernReviewGadgetYoutubeThumbnail1 4
Pemprov Sulsel Buka Prakualifikasi Preservasi Jalan Paket 6, Tangani 20 Titik 157,49 Km

mediasulsel.id – Makassar — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) resmi menayangkan pengumuman prakualifikasi tender Penanganan Preservasi Jalan Paket 6 di LPSE/SPSE, pada Selasa (7/1/2026).

Paket ini merupakan pekerjaan konstruksi terintegrasi yang masuk dalam program Multi-Year Project (MYP) Pemprov Sulsel 2025–2027 dengan skema Multi Years Contract (MYC). Anggaran bersumber dari APBD Tahun 2026 dan 2027 dengan nilai pagu Rp 278.632.760.143.

banner DPRD Makassar 728x90

Preservasi Jalan Paket 6 dirancang menangani 20 titik dengan total panjang 157,49 kilometer. Program ini ditujukan untuk menjaga sekaligus meningkatkan kemantapan jaringan jalan provinsi pada koridor strategis yang menghubungkan wilayah utara, tengah, selatan, hingga kawasan metropolitan Sulawesi Selatan.

Pelaksanaannya menggunakan kontrak lumpsum dengan metode rancang bangun (design and build). Artinya, ruang lingkup pekerjaan mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan konstruksi fisik, hingga pemeliharaan.

“Preservasi jalan paket 6 merupakan bagian dari komitmen pemerintah provinsi dalam menjaga kemantapan jalan provinsi secara merata di seluruh wilayah, agar tetap berfungsi optimal sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat,” kata Kabid Jalan Dinas BMBK Sulsel, Irawan, Rabu (7/1/2026).

Sebaran Lokasi: Luwu-Toraja, Selatan, hingga Mamminasata

Lokasi pekerjaan disebut tersebar di sejumlah daerah, mulai dari Kabupaten Luwu, Toraja Utara, Tana Toraja, Jeneponto, Bantaeng, Pinrang, Maros, hingga Kota Palopo dan Kota Makassar.

Di wilayah utara, penanganan mencakup ruas-ruas penghubung antarwilayah Toraja dan Luwu, termasuk jalur-jalur penunjang sekitar Rantepao, Pangala, hingga Baruppu yang mengarah ke perbatasan Sulawesi Barat, termasuk akses menuju Bandara Pongtiku.

Sementara di wilayah tengah dan selatan, preservasi diarahkan pada koridor penghubung Jeneponto–Bantaeng, termasuk ruas seperti Boro–Loka dan Sinoa–Bantaeng.

Di kawasan metropolitan, pekerjaan turut menyasar ruas strategis di Makassar–Maros serta sejumlah ruas utama di pusat kota, termasuk Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Dr Ratulangi.

Termasuk DED, Konstruksi, SMKK, hingga Pemeliharaan

Secara umum, lingkup kegiatan dalam paket ini meliputi pekerjaan persiapan, penyusunan Detail Engineering Design (DED), pelaksanaan konstruksi fisik dengan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), serta pemeliharaan pascakonstruksi.

Pemprov Sulsel menargetkan paket preservasi ini mampu mendorong peningkatan konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta memperkuat aksesibilitas masyarakat. Program ini juga ditujukan menjaga kemantapan infrastruktur jalan provinsi agar tetap menopang pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di Sulawesi Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.