Wali Kota Munafri Dampingi Gubernur Sulsel Pantau Harga Pangan di Pasar Terong

oleh -1 Dilihat
oleh
WhatsAppImage2026 02 20at09.11.37
Forkopimda Turun ke Pasar Terong, Stok Aman Harga Terkendali

medisulsel.id  –   MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, melakukan pemantauan harga bahan pokok di Pasar Terong, Jumat (20/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Pemantauan tersebut melibatkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Selatan dan Kota Makassar, serta unsur Forkopimda dan instansi terkait. Rombongan meninjau langsung harga komoditas pangan strategis seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, daging ayam, cabai, bawang merah, dan bawang putih.

banner DPRD Makassar 728x90

Selain mengecek harga, rombongan juga berdialog dengan para pedagang guna memastikan ketersediaan stok dan memantau dinamika harga di lapangan.

Munafri Arifuddin menegaskan, kegiatan ini bertujuan memastikan pasokan dan harga kebutuhan pokok tetap terkendali, terutama menjelang Ramadan yang biasanya diikuti peningkatan permintaan.

“Hari ini kami bersama Pak Gubernur meninjau langsung pasar untuk memastikan stok tersedia dan harga tetap stabil. Jangan sampai ada lonjakan harga yang memberatkan masyarakat, apalagi menjelang Ramadan dan HBKN,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Makassar akan terus melakukan langkah antisipatif melalui koordinasi dengan distributor dan pemangku kepentingan guna menjaga kelancaran rantai pasok.

“Melalui dinas terkait, kami akan rutin memantau berbagai pasar tradisional sebagai langkah preventif menjaga kestabilan harga,” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyebut kehadiran lintas unsur Forkopimda menunjukkan sinergi kuat pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.

“Alhamdulillah, harga kebutuhan sembako relatif stabil. Ada yang naik di awal Ramadan, tetapi masih dalam batas terkontrol,” katanya.

Berdasarkan hasil pemantauan, sebagian besar komoditas pangan berada pada kisaran harga wajar. Harga daging sapi sempat naik dari Rp120.000 menjadi Rp130.000 per kilogram di awal Ramadan, namun pasokan tetap aman. Bawang merah justru turun dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram di sejumlah lapak.

Minyakita dari Bulog terpantau stabil, beras SPHP tersedia, serta stok telur dan daging dalam kondisi aman. Harga ayam ras berkisar Rp35.000 per kilogram atau sekitar Rp60.000 per ekor, sementara komoditas cabai masih dalam rentang wajar meski fluktuatif.

Untuk beras, harga premium berada di kisaran Rp14.000 per kilogram, medium Rp13.000 per kilogram, dan beras ketan Rp22.000 per kilogram. Minyak goreng curah dijual Rp16.000 per liter dan kemasan Rp21.000 per liter. Gula pasir curah Rp18.000 per kilogram dan kemasan Rp20.000 per kilogram, sedangkan tepung terigu curah Rp9.000 per kilogram dan kemasan Rp11.000 per kilogram.

Pada komoditas hortikultura, cabai besar Rp20.000 per kilogram, cabai keriting Rp25.000 per kilogram, dan cabai rawit merah Rp50.000 per kilogram. Bawang merah Rp40.000 per kilogram dan bawang putih Rp35.000 per kilogram.

Harga komoditas lain juga relatif stabil, di antaranya kacang tanah Rp25.000 per kilogram, tomat Rp8.000 per kilogram, kentang Rp20.000 per kilogram, wortel Rp10.000 per kilogram, dan kol Rp8.000 per kilogram. Sayuran daun seperti kangkung dan bayam masing-masing Rp3.000 per ikat.

Kedelai tercatat Rp17.000 per kilogram, ubi jalar Rp10.000 per kilogram, ubi kayu Rp6.000 per kilogram, pisang kepok Rp15.000 per sisir, jagung kuning Rp3.000 per biji, serta ikan teri kering Rp110.000 per kilogram.

Secara umum, hasil pengecekan menunjukkan mayoritas komoditas pangan strategis di Pasar Terong masih dalam kondisi stabil dan terkendali. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.