banner BPKAD Kota Makassar 728x90
MakassarPeristiwa

Kapolsek Mamajang Terkena Anak Panah Saat Lerai Tawuran Maut di Makassar, Satu Warga Tewas

1
×

Kapolsek Mamajang Terkena Anak Panah Saat Lerai Tawuran Maut di Makassar, Satu Warga Tewas

Sebarkan artikel ini
Screenshot 2026 11 06 073925 15kb
Kapolsek Mamajang, AKP Tri Husada Wahyu Andromeda, terkena anak panah saat berupaya melerai tawuran antarwarga di Jalan Kakatua 2, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Rabu malam (4/11/2026). (Foto: Dok. Istimewa)
banner BPKAD Kota Makassar 728x90

MEDIASULSEL.ID, MAKASSAR, Jumat (6/11/2026) — Kapolsek Mamajang, AKP Tri Husada Wahyu Andromeda, menjadi korban serangan anak panah saat berupaya menghentikan tawuran antarwarga di Jalan Kakatua 2, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu malam (4/11/2026) itu berujung maut. Seorang warga meninggal dunia setelah terkena anak panah di bagian leher, sementara dua orang lainnya mengalami luka, termasuk Kapolsek Mamajang.

AKP Tri Husada terkena anak panah pada bagian betis ketika berada di tengah kelompok warga yang terlibat bentrokan.

Kanit Reskrim Polsek Mamajang, Iptu Uji Mughni, membenarkan insiden yang menimpa atasannya tersebut.

Menurut Uji, Kapolsek Mamajang berusaha menghentikan pertikaian secara langsung, sementara personel kepolisian lainnya disebar untuk mengamankan lokasi.

Akibat luka yang dialami, AKP Tri Husada dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk mendapatkan penanganan medis.

Perwira polisi tersebut dilaporkan telah menjalani tindakan operasi setelah terkena anak panah.

Tawuran Kakatua Makassar Tewaskan Satu Warga

Bentrokan antarwarga di kawasan Jalan Kakatua 2 melibatkan dua kelompok yang saling menyerang menggunakan batu dan anak panah busur.

Seorang pria berinisial IA alias BD (51) menjadi korban meninggal dunia setelah terkena anak panah pada bagian leher sebelah kiri.

Korban sempat mendapatkan pertolongan medis di RSUD Labuang Baji Makassar. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Kanit Resmob Polda Sulsel, Kompol Wawan Suryadinata, membenarkan korban meninggal akibat luka pada bagian leher.

Selain korban meninggal dan Kapolsek Mamajang, seorang warga berinisial FD juga mengalami luka setelah terkena anak panah pada bagian mata.

Dengan demikian, sedikitnya tiga orang menjadi korban pembusuran dalam bentrokan tersebut.

Polisi Selidiki Pelaku Pembusuran

Kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas serangan anak panah terhadap Kapolsek Mamajang dan warga lainnya.

Sebelum bentrokan terjadi, aparat kepolisian sebenarnya telah berupaya melakukan langkah pencegahan melalui kesepakatan penerapan pembatasan aktivitas pada malam hari.

Kapolsek Mamajang juga telah menyiapkan spanduk imbauan untuk dipasang di sejumlah lorong sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan lingkungan.

Namun, bentrokan kembali terjadi hingga menimbulkan korban jiwa dan melukai aparat kepolisian yang berusaha melerai.

Peristiwa tawuran maut di Jalan Kakatua 2 Makassar tersebut kembali menjadi perhatian terkait keamanan warga dan penanganan konflik antarkelompok di kawasan permukiman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *