mediasulsel.id – Gowa – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan. Kabupaten Gowa disebut masuk daerah dengan status curah hujan tinggi.
Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang mengatakan Pemkab Gowa tetap siaga mengantisipasi cuaca ekstrem. Ia meminta jajaran bergerak cepat jika ada kejadian di lapangan.
“Pastinya dalam bentuk apapun kejadian yang terjadi di Kabupaten Gowa, pasti akan cepat kita tindaklanjuti,” kata Husniah.
“Saya sudah meminta Kepala BPBD Kabupaten Gowa bersama dinas terkait untuk cepat tanggap terhadap hal-hal yang mungkin terjadi di Kabupaten Gowa,” lanjutnya.
Husniah menyebut kondisi geografis Gowa cukup rawan bencana, salah satunya longsor. Pasalnya, sebagian wilayah Gowa merupakan dataran tinggi.
“Kami siapkan posko siaga bencana di seluruh desa dan kelurahan. Ini sudah jauh-jauh hari sudah kita aktifkan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gowa Wahyudin menyampaikan BMKG telah mengeluarkan peringatan dini curah hujan tinggi untuk wilayah Gowa. Ia menyebut hampir seluruh kecamatan masuk kategori siaga, dan empat kecamatan berstatus awas.
Wahyudin mengatakan pihaknya menyebarluaskan peringatan dini ke seluruh wilayah. Mulai dari pemerintah kecamatan, desa, lurah, hingga masyarakat.
“Sebagai langkah mitigasi, kami menyampaikan peringatan dini ini secara menyeluruh agar seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi,” kata Wahyudin saat dikonfirmasi Selasa (13/1).
BPBD, kata Wahyudin, juga melakukan pemantauan intensif di titik rawan banjir, angin kencang, dan longsor. Posko siaga di kantor BPBD serta kantor desa dan kelurahan turut diaktifkan untuk mempercepat koordinasi jika terjadi keadaan darurat.
Selain itu, BPBD menyiapkan logistik dan peralatan tanggap darurat. Di antaranya kendaraan serbaguna, truk, mobil pick-up, perahu fiber dan perahu karet, life jacket, helm, serta kebutuhan pendukung lainnya.
Wahyudin mengimbau warga tidak beraktivitas di luar rumah saat hujan lebat atau angin kencang. Warga juga diminta menghindari aktivitas di daerah aliran sungai.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di luar rumah saat hujan lebat atau angin kencang, serta tidak melakukan aktivitas di daerah aliran sungai. Saat ini sudah terdapat korban jiwa akibat beraktivitas di sungai,” tegasnya.
Warga juga diminta tidak berteduh di bawah pohon yang berpotensi tumbang. Masyarakat diimbau rutin membersihkan drainase dan memantau informasi cuaca dari sumber resmi.
“Warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor diimbau untuk bersiap melakukan evakuasi mandiri sementara ke tempat yang lebih aman apabila kondisi memburuk,” tambahnya.
Terpisah, Camat Tinggimoncong Andi Aso Mannuntungi Ambarala mengatakan pihak kecamatan mengaktifkan posko siaga bencana bersama tripika dan pihak terkait. Ia menyebut wilayahnya masuk zona merah atau awas berdasarkan prakiraan BMKG.
“Upaya-upaya yang telah disiapkan yaitu berkoordinasi dengan Polsek dan Koramil setempat membentuk posko siaga bencana, kemudian menyiapkan atau menstandbykan sarana prasarana pendukung ketika terjadi bencana baik itu pohon tumbang ataupun longsor,” ujarnya.
Ia juga mengimbau warga, khususnya yang tinggal di lereng gunung, mempertimbangkan berpindah sementara ke tempat yang lebih aman. Pemerintah kecamatan menyiapkan fasilitas milik pemerintah untuk lokasi pengungsian jika dibutuhkan.
“Kami juga menyiapkan gedung fasilitas milik pemerintah untuk dijadikan lokasi pengungsian jikalau terjadi hal-hal yang berakibat fatal nantinya,” katanya












