Gubernur Kaltara Jenguk Mahasiswi Korban Penyekapan: ‘Jangan Blow Up Korban, Fokus Cari Pelaku’

oleh -1 Dilihat
oleh
gubernur kaltara jenguk mahasiswi korban penyekapan jangan blow up korban fokus cari pelaku

mediasulsel.id –  Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang menjenguk mahasiswi MA (21) korban dugaan penyekapan dan pemerkosaan di Makassar pada Sabtu, 16 Mei 2026. Ia memastikan korban mendapat pendampingan psikologis dan meminta media tidak menyoroti identitas korban. “Saya minta jangan di-blow up korbannya, yang harus di-blow up adalah upaya mencari pelaku,” katanya.

Mediasulsel.id, Makassar, Sabtu, 16 Mei 2026 — Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang mengunjungi mahasiswi MA (21) yang menjadi korban dugaan penyekapan dan pemerkosaan di sebuah rumah kontrakan kawasan perumahan elite Barombong, Tamalate, Makassar. Korban diduga disekap selama tiga hari sebelum berhasil melarikan diri melalui jendela.

Gubernur Minta Fokus pada Penangkapan Pelaku

Dalam kunjungannya, Zainal menyampaikan keprihatinan dan memastikan korban mendapatkan pendampingan psikologis. “Kasihan dia secara psikologi, kami minta bantuan psikolog,” ujarnya, Sabtu, 16 Mei 2026. Ia juga meminta media tidak terlalu menyoroti kondisi korban demi menjaga psikologisnya. Perhatian publik, menurut dia, harus diarahkan pada upaya pencarian pelaku.

“Saya minta kepada teman-teman media, jangan di-blow up korbannya. Jangan terlalu di-blow up korban. Yang harus di-blow up itu bagaimana upaya kita bersama-sama mencari pelaku ini,” katanya.

Kronologi Penyekapan dan Pelarian Korban

Kasus ini bermula ketika korban mencari pekerjaan melalui Facebook. Ia mendapat tawaran menjadi babysitter dengan gaji Rp3 juta per bulan. Pelaku berinisial FR (33) diduga sengaja menyewa rumah kontrakan selama tiga hari untuk menjebak korban. “Pengakuannya korban diterima bekerja di rumah itu dengan gaji Rp3 juta per bulan. Kan korban butuh uang, dia tertarik,” kata warga berinisial IK di lokasi kejadian.

Setiba di rumah, korban dipaksa bermalam dan disekap. Selama tiga hari, ia diduga mengalami kekerasan fisik dan seksual. Pada hari ketiga, pelaku tidak berada di lokasi, sehingga korban berhasil melarikan diri melalui jendela dalam kondisi tangan terikat. Warga menolongnya dan melaporkan ke polisi.

Kanit Reskrim Polsek Tamalate Iptu Abd Latif mengatakan petugas tiba di lokasi dan menemukan korban dengan tangan terikat. “Ada juga dugaan tindak pemerkosaan berdasarkan keterangan awal korban,” ujarnya. Polisi masih memburu pelaku yang melarikan diri sebelum petugas tiba.

banner DPRD Makassar 728x90

Kasus ini menjadi perhatian publik di media sosial. Gubernur Zainal berharap pelaku segera ditangkap dan korban mendapatkan pemulihan optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.