Mediasulsel.id, Bulukumba, Jumat, 19/06/2026 – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Bontonyeleng di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Proyek ini merupakan bagian dari program rehabilitasi jaringan irigasi yang dibiayai melalui skema Multiyears Project (MYP).
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengalokasikan anggaran sekitar Rp16,5 miliar untuk rehabilitasi tiga daerah irigasi di Bulukumba, yaitu DI Bontonyeleng, DI Bettu, dan DI Bongki-Bongki. Rehabilitasi DI Bontonyeleng masuk dalam Paket 1 MYP yang mencakup empat kabupaten dengan total anggaran sekitar Rp93 miliar. Proyek ini bertujuan mengatasi kebocoran saluran utama dan meningkatkan kapasitas layanan irigasi hingga 65 persen untuk mengoptimalkan pengairan sekitar 1.200 hektare lahan pertanian.
Rehabilitasi DI Bontonyeleng dan Paket MYP
Rehabilitasi DI Bontonyeleng menjadi salah satu prioritas Pemprov Sulsel dalam mendukung ketahanan pangan. Gubernur Andi Sudirman mengatakan kebocoran pada saluran utama menyebabkan distribusi air ke lahan pertanian belum optimal. Melalui pekerjaan ini, distribusi air akan lebih efektif sehingga dapat menunjang produktivitas pertanian masyarakat.
“Dengan rehabilitasi ini, distribusi air akan menjadi lebih efektif sehingga dapat menunjang produktivitas pertanian masyarakat. Ini merupakan langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Andi Sudirman, Jumat, 19/06/2026.
Selain DI Bontonyeleng, Pemprov Sulsel juga memulai pembangunan Paket 4 MYP irigasi di Kabupaten Luwu Utara serta melanjutkan Paket 2 MYP di Kabupaten Bone, Soppeng, dan Wajo. Total anggaran untuk Paket 1 MYP yang mencakup Maros, Gowa, Bulukumba, dan Sinjai mencapai Rp93 miliar.
Harapan Dukungan Masyarakat dan Perawatan Infrastruktur
Andi Sudirman mengajak masyarakat untuk mendukung pekerjaan yang dilakukan secara bertahap. Warga diminta menjaga infrastruktur yang dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Ia juga berharap masyarakat bersabar selama proses pekerjaan berlangsung.
“Kami berharap masyarakat bersabar selama proses pekerjaan berlangsung. Mari kita jaga dan manfaatkan infrastruktur ini dengan baik agar memberikan manfaat maksimal bagi sektor pertanian,” harapnya.
Pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi menjadi salah satu prioritas Pemprov Sulsel untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian. Gubernur menegaskan bahwa infrastruktur yang baik akan menjadi penopang utama peningkatan produksi pertanian dan kesejahteraan masyarakat.











