Nasional

Mahasiswa Curhat Harga Beras di Alor Tembus Rp30 Ribu, Mentan Amran Langsung Telepon Bos Bulog

6
×

Mahasiswa Curhat Harga Beras di Alor Tembus Rp30 Ribu, Mentan Amran Langsung Telepon Bos Bulog

Sebarkan artikel ini
xmttbm ketik screenshot 20260809 103349 instagram
Mahasiswa asal Alor, Adriano Padama, menyampaikan keluhan soal mahalnya harga beras di daerahnya kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman./IST

mediasulsel.id – Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman langsung merespons keluhan seorang mahasiswa asal Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), terkait mahalnya harga beras di daerahnya. Harga beras disebut bisa menembus Rp30 ribu per kilogram saat distribusi pangan terganggu.

Keluhan tersebut disampaikan Adriano Padama saat pertemuan Mentan Amran dengan 5.155 mahasiswa baru Universitas Diponegoro (Undip). Momen Adriano menyampaikan kondisi masyarakat di kampung halamannya itu kemudian ramai di media sosial.

Di hadapan Amran, Adriano menceritakan sulitnya masyarakat Alor memperoleh beras dengan harga terjangkau. Salah satu persoalan yang dihadapi adalah distribusi pangan menuju wilayah kepulauan tersebut.

Menurut Adriano, ketika distribusi terganggu, harga beras di Alor dapat melonjak hingga Rp25 ribu sampai Rp30 ribu per kilogram.

Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat harus mencari alternatif pangan. Mereka bahkan terpaksa mengganti konsumsi beras dengan umbi-umbian.

Amran Langsung Hubungi Dirut Bulog

Mendengar keluhan tersebut, Amran langsung mengambil tindakan. Ia menghubungi Direktur Utama Perum Bulog dan meminta pasokan beras segera dikirim ke Alor.

“Saya tidak ingin cerita itu berhenti menjadi keluhan. Karena itu, saat itu juga saya menghubungi Direktur Utama Bulog dan memerintahkan agar beras segera dikirim ke Alor serta memastikan masyarakat bisa memperoleh beras sesuai arahan Bapak Presiden dengan harga Rp12.500 per kilogram,” ujar Amran melalui akun Instagramnya, Minggu (9/8/2026).

Amran juga menyoroti persoalan infrastruktur yang menjadi salah satu tantangan distribusi pangan ke wilayah kepulauan.

Menurutnya, jika persoalan utama berada pada infrastruktur distribusi, pemerintah akan mendorong pembangunan fasilitas pendukung agar pasokan pangan dapat menjangkau masyarakat secara berkelanjutan.

Ia menegaskan akses terhadap pangan dengan harga terjangkau harus dirasakan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah kepulauan, terdepan, terluar, dan tertinggal.

Pemerataan akses pangan, menurut Amran, menjadi bagian penting dalam mewujudkan keadilan bagi masyarakat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *