banner BPKAD Kota Makassar 728x90
Nasional

Australia Kirim Dua Pesawat Bantu Padamkan Karhutla Kaltim

2
×

Australia Kirim Dua Pesawat Bantu Padamkan Karhutla Kaltim

Sebarkan artikel ini
Pesawat bantuan Australia untuk operasi pemadaman karhutla Kalimantan Timur di Bandara Halim Perdanakusuma
Australia Kirim Dua Pesawat Bantu Padamkan Karhutla Kaltim. doc istimewa
banner BPKAD Kota Makassar 728x90

mediasulsel.id, Jakarta, Kamis, 05/11/2026 — Pemerintah Australia mengirim dua pesawat untuk membantu operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Timur.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan operasi udara dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari pada 6 hingga 12 November 2026.

Bantuan dari New South Wales Rural Fire Service itu terdiri atas satu pesawat C-130 Large Air Tanker dan satu pesawat pemandu Cessna Citation.

Armada tersebut telah disiapkan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, bersama pilot, kru, tenaga paramedis, dan personel pendukung.

Perkuat Operasi Pemadaman

Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi mengatakan bantuan Australia akan memperkuat pemadaman darat, operasi modifikasi cuaca, dan pemboman air yang sedang berjalan.

“Ada satu pesawat C-130, kemudian ada pesawat Cessna Citation sebagai pemandunya,” kata Kristomei dalam keterangan resmi BNPB.

Duta Besar Australia untuk Indonesia Roderick Bruce Brazier menjelaskan Large Air Tanker mampu menjatuhkan hingga 15.000 liter air dalam satu penerbangan.

Pesawat itu diperkirakan dapat menjalankan hingga enam penerbangan setiap hari dengan menyesuaikan kondisi operasi dan keselamatan.

Roderick mengatakan pengerahan armada merupakan tindak lanjut asesmen teknis bersama antara Indonesia dan Australia dalam penanganan karhutla.

Kristomei mengapresiasi dukungan tersebut sebagai wujud kerja sama dua negara tetangga ketika menghadapi bencana.

BNPB juga mengimbau masyarakat menghentikan pembakaran lahan agar operasi petugas tidak terhambat dan risiko asap serta penyakit saluran pernapasan dapat dikurangi.

Operasi difokuskan pada titik kebakaran di Kalimantan Timur untuk mempercepat pemadaman dan melindungi warga terdampak.