mediasulsel.id, Makassar, Minggu, 05/07/2026 — DPMPTSP Makassar menggelar kerja bakti di Kantor Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, Jumat, 3 Juli 2026, sebagai dukungan terhadap persiapan kelurahan tersebut mengikuti Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Tahun 2026.
Jajaran Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Makassar membersihkan serta menata lingkungan kantor kelurahan agar lebih rapi, nyaman, dan mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kelurahan Gunung Sari telah ditetapkan sebagai perwakilan Kota Makassar dalam tahapan Lomba Kelurahan Berprestasi 2026 berdasarkan hasil evaluasi perkembangan desa dan kelurahan melalui sistem Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri.
DPMPTSP Makassar Gotong Royong Menata Kantor Kelurahan Gunung Sari
Kerja bakti melibatkan jajaran DPMPTSP Kota Makassar dengan sasaran utama lingkungan Kantor Kelurahan Gunung Sari.
Para pegawai bergotong royong membersihkan area kantor dan menata sejumlah bagian lingkungan pelayanan agar terlihat lebih bersih dan teratur.
Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki tampilan fisik menjelang penilaian, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pelayanan publik yang nyaman bagi masyarakat.
Penataan lingkungan menjadi salah satu unsur penting karena pelayanan kepada warga tidak hanya ditentukan oleh kecepatan administrasi, tetapi juga kebersihan, keteraturan fasilitas, akses informasi, dan kenyamanan ruang pelayanan.
Kepala DPMPTSP Kota Makassar, Muhammad Mario Said, mengatakan kerja bakti merupakan bentuk keterlibatan perangkat daerah dalam mendukung Kelurahan Gunung Sari membawa nama Kota Makassar pada ajang tersebut.
“Kerja bakti ini merupakan bentuk kebersamaan dan dukungan kami agar Kelurahan Gunung Sari dapat tampil maksimal,” kata Muhammad Mario Said, Jumat, 03/07/2026.
Mario berharap dukungan tidak berhenti pada kegiatan pembersihan lingkungan, tetapi berlanjut melalui kolaborasi sesuai tugas masing-masing perangkat daerah.
Menurutnya, persiapan yang kuat memerlukan keterlibatan berbagai pihak agar program pelayanan, pembangunan wilayah, serta pemberdayaan masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan.
DPMPTSP memiliki peran yang berkaitan dengan pelayanan perizinan dan penanaman modal sehingga keterlibatan instansi tersebut dapat memperkuat aspek pelayanan publik serta pengembangan kegiatan usaha di tingkat kelurahan.
Kolaborasi itu juga dapat diarahkan untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah memperoleh informasi mengenai perizinan berusaha serta pelayanan administrasi yang dibutuhkan.
Kegiatan kerja bakti menjadi salah satu bentuk dukungan lapangan yang dapat langsung dirasakan oleh pemerintah kelurahan dan masyarakat sekitar.
Aksi tersebut juga memperlihatkan pola kerja lintas organisasi perangkat daerah dalam mempersiapkan Gunung Sari menghadapi rangkaian evaluasi.
DPMPTSP menegaskan akan terus mendukung program strategis Pemerintah Kota Makassar, terutama kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan pelayanan publik dan pembangunan daerah.
Dukungan lintas perangkat daerah dibutuhkan karena indikator penilaian kelurahan mencakup berbagai bidang yang tidak dapat ditangani oleh satu instansi.
Setiap perangkat daerah diharapkan mengambil peran berdasarkan kewenangannya, mulai dari penguatan ekonomi masyarakat, penataan lingkungan, kesehatan, infrastruktur, hingga peningkatan kualitas layanan dasar.
Gunung Sari Disiapkan Bersaing hingga Tingkat Nasional
Pemerintah Kota Makassar sebelumnya menetapkan Kelurahan Gunung Sari di Kecamatan Rappocini sebagai wakil kota dalam Lomba Kelurahan Berprestasi Tahun 2026.
Penetapan tersebut didasarkan pada evaluasi perkembangan kelurahan yang dilakukan melalui sistem Kementerian Dalam Negeri.
Pada tahap awal, Gunung Sari dipersiapkan menghadapi Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dengan target melanjutkan capaian hingga tingkat nasional.
Penjelasan ini penting karena Gunung Sari masih harus melewati tahapan penilaian yang ditetapkan sebelum memperoleh status sebagai wakil Sulawesi Selatan pada tingkat berikutnya.
Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, sebelumnya menyatakan partisipasi dalam lomba tidak semata-mata diarahkan untuk mendapatkan penghargaan.
Menurut Aliyah, persiapan tersebut harus dimanfaatkan untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik, pembangunan wilayah, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Ia juga mengingatkan agar seluruh indikator diwujudkan dalam program yang benar-benar berjalan dan tidak hanya dipersiapkan ketika jadwal penilaian semakin dekat.
Penilaian lapangan dapat dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya sehingga kesiapan administrasi dan kondisi lingkungan harus dijaga setiap waktu.
Tema lomba tahun ini adalah Transformasi Desa dan Kelurahan sebagai Pilar Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045.
Tema tersebut menempatkan desa dan kelurahan sebagai bagian penting dalam penguatan tata kelola pemerintahan, ketahanan masyarakat, dan pemerataan hasil pembangunan.
Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, menjelaskan persiapan Gunung Sari memerlukan sinergi seluruh perangkat daerah.
Tiga bidang utama yang menjadi perhatian mencakup pengembangan ekonomi melalui usaha mikro, kecil, dan menengah serta koperasi, ketahanan lingkungan, dan penguatan ketahanan sosial ekonomi masyarakat.
Perangkat daerah juga perlu mengambil bagian dalam pengelolaan lingkungan, pengendalian inflasi, penanganan stunting, pengurangan kemiskinan, perbaikan infrastruktur, dan peningkatan pelayanan dasar.
Karena itu, kerja bakti DPMPTSP menjadi bagian dari rangkaian persiapan yang lebih luas dan bukan satu-satunya kegiatan yang menentukan hasil penilaian.
Kepala Bagian Pemberdayaan Masyarakat Kota Makassar, Andi Anshar, menyebut Makassar memiliki rekam jejak positif dalam ajang kelurahan berprestasi.
Kota Makassar tercatat meraih juara pertama tingkat Provinsi Sulawesi Selatan selama tiga tahun berturut-turut pada 2023, 2024, dan 2025.
Capaian tersebut menjadi modal sekaligus tantangan bagi Kelurahan Gunung Sari untuk mempertahankan prestasi dengan menunjukkan program yang memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.
Persiapan tidak hanya mencakup kelengkapan dokumen, tetapi juga kesesuaian data dengan kondisi lapangan, inovasi pelayanan, keterlibatan warga, kebersihan lingkungan, serta keberlanjutan program.
Pemerintah kelurahan juga perlu memastikan lembaga kemasyarakatan, kelompok usaha, kader kesehatan, pengurus lingkungan, serta tokoh masyarakat terlibat aktif dalam pembangunan wilayah.
Partisipasi masyarakat menjadi penting karena keberhasilan kelurahan tidak hanya ditentukan oleh pekerjaan aparatur, tetapi juga kemampuan pemerintah membangun kerja sama dengan warga.
Kegiatan kerja bakti DPMPTSP diharapkan memperkuat semangat gotong royong dan mendorong instansi lain mengambil peran dalam persiapan Gunung Sari.
Hasil akhir penilaian akan bergantung pada konsistensi program, kualitas tata kelola, inovasi yang diterapkan, serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.
Dukungan lintas perangkat daerah perlu diarahkan agar perbaikan pelayanan dan lingkungan tetap berjalan setelah rangkaian lomba selesai.
Dengan persiapan yang terukur dan kolaborasi berkelanjutan, Kelurahan Gunung Sari diharapkan mampu memberikan hasil terbaik bagi Kota Makassar serta menjadi contoh peningkatan pelayanan pemerintahan di tingkat kelurahan.












