Potensi Rp7 Triliun: Ekonom Sebut Investasi Perikanan Sulsel Ungguli Tambang

oleh -1 Dilihat
oleh
Potensi Rp7 Triliun: Ekonom Sebut Investasi Perikanan Sulsel Ungguli Tambang

Mediasulsel.id, Makassar, Minggu, 17/05/2026 — Sektor perikanan dan kelautan Sulsel dinilai memiliki potensi investasi hingga Rp7 triliun, melampaui sektor pertambangan jika dikelola optimal. Hal itu diungkapkan sejumlah ekonom dalam diskusi baru-baru ini.

Para ekonom menilai sektor perikanan dan kelautan di Sulawesi Selatan berpotensi mengalahkan investasi pertambangan dengan nilai mencapai Rp7 triliun. Pengamat investasi Universitas Hasanuddin (Unhas) Andi Nur Bau Massepe mendorong optimalisasi komoditas seperti rumput laut. “Apalagi rumput laut sekitar 33 persen secara nasional, namun belum dikelola secara baik,” kata Andi Nur, Minggu, 17/05/2026.

Potensi Besar Rumput Laut dan Industri Olahan

Andi Nur Bau Massepe, pengamat investasi Unhas, menyebut komoditas rumput laut Sulsel menyumbang 33 persen produksi nasional. Namun nilai tambahnya belum dimanfaatkan maksimal. “Ekspor rumput laut Sulsel Rp2,3 triliun dengan jumlah 150 ribu ton,” ujarnya, Minggu, 17/05/2026. Ia menambahkan, jika pemerintah daerah mendirikan industri olahan, potensi investasi bisa bertambah.

“Tentu saja akan bisa memberi sumber pendapatan baru, ikan kan merupakan sumber protein yang tinggi buat manusia, dan negara Eropa dan Amerika butuh,” ujar Andi Nur.

Perikanan vs Pertambangan: Mana yang Berkelanjutan?

Ekonom Sutardjo Tui dari Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) menilai pertambangan memiliki masa terbatas karena sumber daya alam yang habis. Ia mengatakan perikanan lebih berkelanjutan jika dikelola dengan baik. “Pertambangan ini kan punya jangka waktu, mungkin 20 atau 30 tahun akan habis. Yang sustainable bagi Indonesia sebenarnya jika digarap dengan baik adalah perikanan,” jelas Ketua Program Studi Magister UPRI itu, Minggu, 17/05/2026.

Menurut Sutardjo, laut akan terus menjadi sumber ekonomi selama pemerintah mampu mengelolanya secara serius. “Kalau saya melihatnya, pengganti untuk pertambangan itu adalah perikanan. Dan laut ini akan terus ada sampai kiamat pun,” ujarnya.

banner DPRD Makassar 728x90

Nikel Masih Jadi Andalan Investor

Di sisi lain, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas Prof Marzuki DEA mengakui sektor pertambangan masih diminati investor karena endapan nikel di sekitar Luwu. “Hukum bisnis mengajarkan bahwa bagi investor tentu akan memprioritaskan usahanya di lokasi dengan bahan baku yang ketersediaannya dalam jangka panjang terjamin,” katanya, Minggu, 17/05/2026.

Kebijakan hilirisasi nasional mendorong pembangunan smelter untuk pemurnian bijih nikel mentah. Investasi di sektor ini mencapai puluhan triliun rupiah, sehingga dalam statistik PDRB angka investasinya selalu melampaui sektor lain. “Karena jumlah investasinya memang besar, maka dalam pencatatan statistik PDRB, angka investasinya selalu melampaui sektor usaha/investasi lainnya,” jelas Prof Marzuki.

Meski pertambangan masih dominan secara statistik, para ekonom sepakat sektor perikanan dan kelautan menawarkan potensi jangka panjang yang lebih besar. Dengan pengelolaan optimal dan hilirisasi, Sulsel bisa menggeser ketergantungan dari tambang ke laut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.