Wamen Ossy Sebut Pelayanan Loket Jadi Tolok Ukur Keberhasilan Kantor Pertanahan

oleh -0 Dilihat
oleh
Wamen Ossy Sebut Pelayanan Loket Jadi Tolok Ukur Keberhasilan Kantor Pertanahan
Wamen Ossy Sebut Pelayanan Loket Jadi Tolok Ukur Keberhasilan Kantor Pertanahan

mediasulsel.id, Bandar Lampung, Senin, 29/06/2026 — Wamen ATR/Waka BPN Ossy Dermawan menegaskan pelayanan loket menjadi tolok ukur keberhasilan Kantor Wilayah BPN dan Kantor Pertanahan saat memberi pembinaan kepada jajaran BPN se-Provinsi Lampung di Kantor Pertanahan Kota Bandar Lampung, Minggu, 28 Juni 2026.

Wamen ATR/BPN Tekankan Peran Loket dalam Pelayanan Publik

Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional, Ossy Dermawan, menyambangi Kantor Pertanahan Kota Bandar Lampung dalam agenda pembinaan jajaran Kantor Wilayah BPN dan Kantor Pertanahan se-Provinsi Lampung.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu, 28 Juni 2026.

Dalam pembinaannya, Ossy menekankan bahwa penguatan kualitas pelayanan harus menjadi perhatian utama seluruh jajaran ATR/BPN di daerah.

Menurutnya, pelayanan pertanahan bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat sehingga profesionalisme pegawai menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

“Pelayanan ATR/BPN 80 persen adalah pelayanan yang bersifat publik sehingga ukuran keberhasilan kita di daerah, baik di Kanwil maupun Kantah adalah jika masyarakat yang datang meminta pelayanan bisa terlayani dengan sebaik-baiknya,” ujar Ossy Dermawan di Kantor Pertanahan Kota Bandar Lampung, Minggu, 28/06/2026.

Ossy menyebut loket pelayanan memiliki peran strategis karena menjadi titik pertama masyarakat berinteraksi dengan Kantor Pertanahan.

banner DPRD Makassar 728x90

Loket bukan hanya tempat menerima berkas, tetapi juga ruang pemberian informasi, konsultasi, dan penyelesaian awal atas kebutuhan warga.

“Betapa pentingnya fungsi dari loket yang ada di depan sebagai sumber informasi, tempat berkeluh kesah masyarakat, dan mudah-mudahan bisa menjadi sumber dari solusi yang diharapkan masyarakat,” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Ossy juga meninjau pelaksanaan Pelayanan Tanah Akhir Pekan atau PELATARAN di Kantor Pertanahan Kota Bandar Lampung.

PELATARAN merupakan layanan pertanahan yang dibuka pada akhir pekan untuk membantu masyarakat yang tidak sempat mengurus layanan pada hari kerja.

Dengan layanan ini, masyarakat memiliki alternatif waktu yang lebih fleksibel untuk mengakses pelayanan pertanahan.

Ossy didampingi Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Lampung, Hasan Basri Natamenggala, dan Kepala Kantor Pertanahan Kota Bandar Lampung, Ulin Nuha.

Ia melihat langsung aktivitas loket dan proses pencetakan Sertipikat Elektronik warga Lampung yang baru menyelesaikan layanan roya.

Roya adalah pencoretan catatan hak tanggungan pada sertipikat setelah kewajiban kredit atau tanggungan dinyatakan selesai.

Layanan ini penting karena memberi kepastian bahwa tanah atau properti tidak lagi dibebani hak tanggungan.

Profesionalisme dan Integritas Jadi Kunci Pelayanan Pertanahan

Dalam kunjungan kerja tersebut, Ossy juga menyerahkan dua sertipikat Barang Milik Negara.

Sertipikat tersebut merupakan aset milik Kantor Wilayah Kementerian Ketenagakerjaan dan Pemerintah Provinsi Lampung.

Penyerahan sertipikat BMN menjadi bagian dari upaya memperkuat pengamanan aset negara dan daerah melalui kepastian hukum pertanahan.

Aset yang telah bersertipikat lebih mudah dicatat, diawasi, dan dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan publik.

Usai peninjauan, Ossy kembali mengingatkan jajaran ATR/BPN agar menjaga kualitas layanan melalui profesionalisme yang dibarengi integritas.

“Profesional itu artinya secara kompetensi kita betul-betul curahkan waktu, tenaga, pikiran kita, misal tidak ada lagi pemetaan, pengukuran yang salah, kalau profesional ya harus benar. Lalu juga cepat tapi teliti dan akurat,” ucapnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pelayanan pertanahan menuntut ketelitian tinggi.

Kesalahan dalam pengukuran, pemetaan, atau pencatatan data dapat berdampak pada kepastian hukum masyarakat.

Karena itu, jajaran Kantor Pertanahan perlu memastikan setiap layanan berjalan sesuai prosedur, tepat data, dan mudah dipahami pemohon.

Profesionalisme juga perlu terlihat dalam cara petugas memberi informasi kepada masyarakat.

Informasi yang jelas dapat mengurangi kebingungan pemohon dan mencegah kesalahan dalam penyiapan dokumen layanan.

Selain itu, integritas menjadi fondasi penting agar pelayanan publik berjalan bersih, transparan, dan bebas dari praktik yang merugikan masyarakat.

Pembinaan dan peninjauan yang dilakukan Wamen Ossy di Lampung menjadi bagian dari upaya Kementerian ATR/BPN memastikan pelayanan pertanahan berjalan baik di daerah.

Dengan loket yang responsif, pegawai yang profesional, dan sistem layanan yang semakin modern, Kantor Pertanahan diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat, akurat, dan terpercaya.

Turut mendampingi Wamen Ossy dalam kunjungan kerja tersebut, Tenaga Ahli Menteri Bidang Administrasi Negara dan Good Governance, Ajie Arifuddin, serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Percepatan Penyelesaian Isu Strategis, Hendri Teja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.