PALEMBANG, Mediasulsel.id – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, mengeluarkan peringatan tegas kepada seluruh pemegang Hak Guna Usaha (HGU) di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Apel Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Palembang, Sumatra Selatan, pada Rabu (6/5/2026).
Ancaman karhutla yang terus berulang setiap tahun tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi dan mengancam kesehatan masyarakat luas. Menyikapi hal tersebut, Wamen Ossy menginstruksikan langkah preventif yang terukur bagi perusahaan pemegang konsesi agar tata kelola lahan tetap aman dan tidak mudah terbakar.
“Oleh karena itu, kami mengimbau kepada seluruh pemegang HGU untuk wajib melakukan tindakan pencegahan kebakaran lahan sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021 dan Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 15 Tahun 2016,” tegas Ossy Dermawan di hadapan para pemangku kebijakan dan aparat gabungan.
Berdasarkan regulasi tersebut, setiap pemegang HGU memikul tanggung jawab mutlak atas lahannya. Kewajiban strategis ini mencakup pemeliharaan kesuburan tanah, pencegahan kerusakan lingkungan alam, hingga penyediaan sarana prasarana pengendalian kebakaran serta ketersediaan sumber air yang memadai di titik-titik rawan.
Lebih jauh, Wamen Ossy memastikan bahwa pemerintah tidak akan memberikan toleransi bagi pihak-pihak korporasi yang terbukti membuka lahan dengan cara dibakar. Ia secara khusus telah menginstruksikan jajarannya di daerah untuk secara rutin melakukan pemantauan ketat dengan mencocokkan (overlay) data bidang HGU dengan pantauan titik panas (hotspot).
“Sanksi dapat berupa peringatan, evaluasi terhadap pemanfaatan tanah, hingga langkah administratif lainnya sesuai tingkat pelanggaran dan hasil pemeriksaan lintas instansi,” imbuhnya menegaskan komitmen penegakan hukum tata ruang.
Rangkaian agenda Apel Kesiapsiagaan Karhutla ini ditutup dengan peninjauan kesiapan infrastruktur dan logistik penanggulangan bencana. Wamen Ossy beserta jajaran lintas instansi turun langsung memantau kesiapan pasukan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla, yang dirangkaikan dengan simulasi demonstrasi pemadaman api menggunakan berbagai peralatan taktis di lapangan.












