Wali Kota Makassar Apresiasi Inovasi Anak Muda Ubah Sampah Plastik Jadi BBM

oleh -3 Dilihat
oleh
c126b09a 279a 4135 a269 b599ce8e75cc 1536x1024 1
Wali Kota Makassar Apresiasi Inovasi Warga Ubah Limbah Plastik Menjadi Bahan Bakar

mediasulsel.id -MAKASSAR — Inovasi anak muda Kota Makassar kembali menunjukkan kontribusi nyata dalam menjawab persoalan lingkungan. Melalui kreativitas dan kepedulian sosial, sampah plastik yang selama ini menjadi masalah serius berhasil diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM) bernilai guna.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meninjau langsung lokasi pengolahan sampah plastik menjadi BBM di Jalan Labu Lorong, Kecamatan Bontoala, Rabu (11/2/2026). Kunjungan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus dukungan pemerintah terhadap generasi muda yang menghadirkan solusi konkret bagi pengelolaan limbah.

banner DPRD Makassar 728x90

Dalam peninjauan itu, Munafri menyaksikan proses pengolahan sampah plastik yang dikumpulkan dari lingkungan sekitar, kemudian dilebur menggunakan teknologi sederhana hingga menghasilkan bahan bakar yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Inovasi ini tidak hanya membantu mengurangi volume sampah plastik, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi serta manfaat sosial bagi warga,” ujarnya.

Wali Kota yang akrab disapa Appi menilai langkah tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kota Makassar dalam mendorong pengelolaan sampah berkelanjutan berbasis partisipasi masyarakat.

Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Inovasi seperti ini harus terus kita dorong dan didampingi DLH. Ini bukan semata soal teknologi, tetapi juga tentang kepedulian dan keberanian anak muda mengambil peran dalam menyelesaikan masalah kota,” jelasnya.

Munafri menegaskan, Pemkot Makassar membuka ruang kolaborasi bagi para inovator lokal agar karya serupa dapat berkembang lebih luas. Dukungan dapat berupa pendampingan teknis, penguatan kelembagaan, hingga akses kemitraan supaya inovasi masyarakat memberikan dampak lebih besar.

Ia pun berharap pengolahan sampah plastik menjadi BBM dapat direplikasi di wilayah lain. Selain menekan pencemaran lingkungan, langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Sementara itu, Darwin selaku penggagas inovasi mengaku termotivasi untuk terus mengembangkan teknologi tersebut setelah mendapat perhatian langsung dari wali kota. Ia berharap pengelolaan sampah berbasis inovasi lokal dapat menjadi solusi alternatif menghadapi persoalan limbah perkotaan yang semakin kompleks.

Darwin menjelaskan, proses produksi BBM dari plastik dilakukan menggunakan instalasi sederhana berbasis drum besi dengan memanfaatkan oli bekas sebagai bahan pembakar. Sampah plastik dimasak selama dua hingga tiga jam hingga menghasilkan cairan bahan bakar yang kemudian disuling.

“Sekitar 10 kilogram sampah plastik dapat menghasilkan satu liter bahan bakar. Hasil pembakarannya bisa menjadi solar, dan setelah penyulingan dapat mendekati bensin setara premium,” tuturnya.

Ia menambahkan, satu liter oli bekas mampu digunakan untuk proses pembakaran hingga dua jam, sehingga produksi tetap efisien. Bahan baku plastik berasal dari berbagai jenis limbah rumah tangga seperti botol, kantong plastik, hingga kemasan makanan yang dikumpulkan dari warga maupun lingkungan sekitar.

Darwin berharap inovasi sederhana tersebut dapat menjadi contoh kreativitas masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan. Namun, ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah dalam menghadirkan regulasi, teknologi yang aman, serta sistem pengelolaan limbah yang melindungi kesehatan publik dan lingkungan.

“Inovasi warga tidak boleh berjalan sendiri. Pemerintah harus hadir dengan kebijakan, pendampingan, dan sistem yang memastikan pengelolaan limbah berlangsung aman dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.